Cara Mudah dan Cepat Menata Rumah Kecil Biar Rapi Dengan 5r/5s

Jangan jadiakan aktivitas dan kesibukan ibu, baik di ranah rumah tangga maupun diluar rumah sebagai alasan (excuse) rumah yang berantakan atau bahkan anak-anak yang tidak terawat.

Hal ini menjadi salah satu aspek urgent yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Sebab terkadang kondisi lingkungan rumah dan personil kecil didalamnya menjadi cerminan “kinerja” sang ibu. Sehingga ibu profesional menjadikan topic ini menjadi salah satu materi dalam program bunda cekatan.

Diberi judul menata rumah dengan metode 5R. Dengan Harapan, menjadi ilmu bagi para bunda yang dapat dimanfaatkan dalam penataan rumahnya agar nantinya seluruh penghuni rumah merasakan keteraturan dan kenyamanan beraktivitas didalam rumah (Serasa Hotel Bintang 5)

Mengapa 5R?

5R ini terinspirasi oleh budaya kerja dijepang yang di sebut 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke). Lengkapnya bisa baca disini. Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin.

Dalam situs en.wikipedia.org dituliskan bahwa Osada Takashi dan Hiroyuki Hirano sebagai pengusul konsep cemerlang ini.

Osada.T menuliskan nya dalam buku Sikap Kerja 5S. Sementara Hiroyuki dalam 5 (five) pillars of the visual workplace. Dalam dunia management konsep ini juga menjadi cikal bakal berkembangnya konsep Total Quality Management (TQM), Kaizen, Just in time, ISO dan seterusnya. (Utomo, A.C [2011]. Sejarah Ringkas 5S.)

Definisi 5s

5S/R merupakan sebuah konsep penataan lingkungan kerja yang berfokus pada:

  • Kebersihan dan efesiensi tempat kerja
  • Standarisasi Prosedur kerja
  • Mengeleminasi segala sesuatu yang tidak diperlukan
  • Meningkatkan kualitas hasil kerja dan safety
  • Tahapan penting dalam menjalankan waste management

Prinsip 5S/R

Seiri / Ringkas

Perhatikan penggunaan tempat sesuai fungsinya.

Menghindari alih fungsi sebuah tempat akan memudahkan kita untuk meringkaskan barang artinya letakan barang sesuai tempatnya  misalnya:

  • Tempat untuk handphone jangan beralih fungsi menjadi tempat uang receh, tempat meletakan nota dan lain sebagainya. Jadi penting meletakan barang pada tempatnya agarbarang tidak tercecer.
  • Management mainan anak, sering kita mendisplay mainan anak dengan tujuan agar anak mudah mengambilnya jika ingin dimainkan. Padahal yang lebih tepat adalah mengelompokan mainan anak dan hanya mengeluarkan mainan tersebut jika anak ingin memainkanya. Bila ingin beralih ke permainan lain bimbing anak untuk meletakan mainan sebelumnya baru kemudian dikeluarkan mainan yang lain lagi. Keuntungan lain adalah anak akan merasa selalu ada  mainan baru karena setiap kali mainan mainan dikeluarkan anak akan merasa kembali excited.
  • Management isi kulkas, apakah kita sudah mengelompokan makanan dengan baik? Dimana tempat sayur, dimana tempat daging, tempat ikan, bumbu-bumbu dan lain sebagainya.
  • Management gudang, alih alih sebagai tempat menyimpan, gudang malah menjadi tempat menyembunyikan. Gudang menjadi tempat menyimpan apa-apa yang masih kita butuhkan seharusnya tertata rapi dan mudah jika

suatu waktu kita membutuhkan sebuah barang. Jika tidak terpakai lagi seharusnya sudah di buang atau diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

  • Seiton / Rapih

Hal yang perlu diperhatikan adalah kasifikasi dalam penataan barang contoh:

  • Penataan isi lemari, apakah kita meletakan pakaian sesuai klasifikasi yang kita buat?
  • Pengaturan benda-benda penting seperti kunci motor/mobil, kunci rumah. Bila perlu dibuatkan labeling (lengkap tulisan dan gambarnya) sehingga ketika benda tersebut sedang tidak berada di tempatnya maka akan segera kita cari dan mengembalikannya. Anak-anak pun bisa dilatih  untuk hal ini, malah terkadang anak-anak akan lebih care dengan remeh temeh ini.
  • Seiso / Resik

Ada rutinitas membersihkan yang terjadwal. Memiliki waktu tersendiri untuk membersihkan rumah adalah cukup penting, bukan hanya  ketika sempat, dan biasanya ketikahanya sesempatnya itulah yang memakan banyak waktu. Rutinintas membersihkan rumah dibutuhkan agar tidak makin butuh waktu banyak yang kita habiskan untuk membersihkan rumah. Jikapun terpaksa memakan banyak waktu maka gunakan prinsip “cut of time”, targetkan berpa lama waktu dalam sehari yang dihabiskan untuk membersihkan rumah. Ini merupakan dilemma ibu rumah tangga pada umumnya, sulit memulai dan ketika sudah asyik beres-beres rumah malah sulit mengakhiri. Maka menargetkan waktu penting agar pekerjaan lain tidak terbengkalai. Contohnya hari ini waktu yang akan digunakan adalah 15 menit, maka tinggalkanlah pekerjaan anda jika waktu yang anda sepakaiti berakhir, kumpulkan barang yang masih berantakan di suatu tempat dan kemudian lanjutkan jika masih ada waktu kosong bukan menundanya atau malah mendiamkannya berbulan-bulan kemudian.

  • Seiketsu / Rawat:

Pertanyaan penting sebelum memutuskan membeli sesuatu: mampukah saya merawat benda ini? Jika iya dan dirasa butuh maka silahkan beli, jika jawabanya tida maka tinggalkan. Contoh, sebelum memutuskan membeli perabotan dan peralatan rumah tangga. Bertanyalah terlebih dahulu pada diri kita bisakah  saya merawatnya? Jika tidak maka tinggalkanlah. Pilih yang mudah perawatannya.

  • Shitsuke / Rajin:

Rajinlah melakukan 4S/R diatas setiap hari, sebaiknya dilakukan berurutan, semua ditata secara ringkas, dirapihkan, dibersihkan dan dirawat dengan baik. Barang yang ditata rapih dan rutin dibersihkan biasanya awet dan terawat. Memaksa diri untuk disiplin adalah kekuatan keberhasilan konsep ini. Mulailah dari diri sendiri dan tak perlu selalu perfeksionis, lakukan satu-persatu konsep. Ajaklah dengan hikmah semua anggota keluarga agar menikmati proses ini sebagai bagian yang menyenangkan dan secara rela turut  aktif dan kooperatif menciptakan suasana 5S/R sehingga rumah “hotel bintang 5” yang di idamkan terwujud.

Teori Kaizen

Teori kaizen adalah tindakan merubah proses kerja menjadi lebih baik. Sekecil apapun perubahan (baik) itulah kaizen.

Tahukah anda kalau islam juga mengajarkan hal ini. Yaitu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

Ingat ya cara menata rumah kecil biar rapi bukan beraati memaksa suami supaya membeli perabot mewah dan tempat yang luas. Mulailah dari kondisi kita sekarang.

InsyaAllah rumah layaknya hotel bintang 5 bisa Anda rasakan.

Disadur dari buku “bunda cekatan” tulisan Rahma-ummu faith dan Ardiba sefrienda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *