Semua Anak Adalah Bintang Day 15

Observasi Hari ke limabelas ini alhamdulilah hanya melakukan 1 kegiatan bersama adzkia karena bertepatan dengan mama yang sedang kurang sehat

Kegiatan 1. Hitung, Analisa

Kegiatan hitung kali ini adzkia masih mencoba belajar pengurangan dan penjumalahan sekaligus atau dinamakan hitungan campuran dengan soal yang masih sangat simple dan sederhana masih penggunaan anggka dari anggka 1-9 dengan menggunakan rumus jarimatika.

Mama memberikan 10 soal latihan penjumlahan dan pengurangan campuran sederhana dan alhamdulilah adzkia sudah mencapai tahapan excellent menjawab dengan cepat dan tepat

sedikit uraian yang menjelaskan begitu pentingnya melatih kecerdasan matematika hitungan analisa ini sejak usia dini yang di paparkan oleh salah satu sumber penelitian (oleh Rohmitawati, S.Si, Staf Sie Data dan Informasi PPPPTK Matematika Yogyakarta)

Sesungguhnya setiap anak dilahirkan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Howard Gardner dalam bukunya Multiple Intelligences, menyatakan terdapat delapan kecerdasan pada manusia yaitu: kecerdasan linguistik/verbal/bahasa, kecerdasan matematis logis, kecerdasan visual/ruang/spasial, kecerdasan musikal/ritmis, kecerdasan kinestetik jasmani, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Tugas orangtua dan pendidik lah mempertahankan sifat-sifat yang menjadi dasar kecerdasan anak agar bertahan sampai tumbuh dewasa, dengan memberikan faktor lingkungan dan stimulasi yang baik untuk merangsang dan mengoptimalkan fungsi otak dan kecerdasan anak.

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan. Dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya. Anak dengan kemampuan ini akan senang dengan rumus dan pola-pola abstrak. Tidak hanya pada bilangan matematika, tetapi juga meningkat pada kegiatan yang bersifat analitis dan konseptual. Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematik dan kecerdasan linguistik. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan linguistik diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.

Masih menurut Gardner, ciri anak cerdas matematik logis pada usia balita, anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut, mengamati benda-benda yang unik baginya, hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba. Seperti bagaimana jika kakiku masuk kedalam ember penuh berisi air atau penasaran menyusun puzzle. Mereka juga sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan. Selain itu anak juga suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung. dan pada kegiatan jarimatika ini adalah bagian melatih berfikir logis dengan menggunakan anggota badan yang tersedia yaitu jari.

Sali Saputra – IP Bandung

#day15 #tantangan15hari #Zona8semuaanakadalahbintang #kuliahbundasayangbatch6 #pantaibentangpelualang #Petualang bahagia #institutibuprofesional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *