Pendidikan Seksualitas Day 6

Akhirnya sampai juga pada tantangan meresume live yang mengangkat topic yang sama dengan kelompok bandung 2 meski akhirnya bandung 2 tidak terpilih untuk live alhamdulilah banyak sekali proses belajar yang dilalui bersama kelompok yang menjadi pengalaman sangat berharga, Berikut resume yang saya dapatkan materi live FBG kelompok 1 (Aceh, Ambon, Bali, Balik Papan, Bangka Belitung) hari ini sebagai jurnal tantangan day 6

Pemahaman Perbedaan Gender

Definisi

Gender menurut KBBI adalah “jenis kelamin” . Jika kita telusuri lebih dalam, jenis kelamin adalah “sifat atau keadaan jantan atau betina”

Menurut WHO, gender adalah sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan yang dikonstruksikan baik secara sosial maupun kultural.

Klasifikasi

Gender Biology: lebih dikenal sebagai sex atau jenis kelamin.Terbagi menjadi jenis kelamin jantan (male) dan betina (female).

Gender Identity: identifikasi pribadi (perasaan psikologis) seseorang sebagai pria, wanita, atau jenis kelamin di luar norma-norma kemasyarakatan.

Gender Expression: adalah karakteristik dan perilaku seseorang yang dapat dilihat sebagai maskulin, feminin, campuran keduanya, atau tidak keduanya.

Perbedaan antara Gender, Seks dan Orientasi Seksual

Dirangkum dalam tabel berikut ini

Pentingnya Mengenalkan Gender

  1. Anak mampu memahami identitas gendernya sendiri.
  2. Agar anak mengetahui area-area pribadi tubuhnya yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain.
  3. Paham peran dan tanggung jawab yang berbeda dari keduanya.
  4. Agar orientasi seksualnya benar.
  5. Tahu cara berinteraksi dengan lawan jenis, memahami perasaannya, bagaimana berperilaku, dan bersikap.
  6. Agar bisa berempati pada lawan jenis dan pasangannya kelak; perempuan dapat memahami laki-laki dan sebaliknya, istri memahami suami dan sebaliknya.
  7. Anak diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga anak akan diterima di lingkungan sosial bahkan anak akan mudah untuk bersosialisasi.
  8. Anak-anak yang tidak paham akan perbedaan gender pada saat dewasa berpeluang besar memiliki masalah sosial dan penyimpangan seksualitas.
Baca Juga :  MELATIH KEMANDIRIAN ANAK DAY 10 “MERAPIHKAN MAINAN SENDIRI”

Tahapan Mengenalkan Perbedaan Gender

Dapat dilihat dalam rangkuman tabel berikut ini

Strategi Mengenalkan Perbedaan Gender

  1. Metode Modelling.

Menurut Suci (2004), metode ini berlaku pada anak usia dini. Misal jika yang biasanya mencuci, memasak, dan menyapu adalah ibu, maka pekerjaan seperti ini dapat digantikan oleh ayah sewaktu-waktu, sehingga hal ini akan tertanam dalam benak anak bahwa pekerjaan domestik tidak hanya dapat dikerjakan oleh perempuan, tetapi juga oleh laki-laki.

  • Metode Perlakuan.

Metode ini dapat dilakukan apabila terjadi hal-hal yang menurut kebudayaan tidak selayaknya terjadi. Misalnya, bila orang tua melihat anak laki-lakinya menangis, orang tua haruslah memahami apa yang sedang dirasakan oleh anaknya. Jangan melarang anak untuk menangis karena menangis merupakan salah satu ungkapan emosi yang tidak hanya dapat dilakukan oleh perempuan, melainkan juga oleh laki-laki (Suciati, 2004). 3. Metode Permainan Peran (Dramatisasi). Menurut Zulkifli (1992), anak akan mampu mengenali jati dirinya sendiri, dapat mengembangkan fantasinya, dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya.

Memberikan Pemahaman Terkait Gender

DO

Pendekatan melalui komunikasi kepada anak dengan bahasa yang dapat dimengerti. Ajarkan hal yang benar, jawab dengan jujur dan benar bila anak bertanya. Berikan alasan yang logis terkait mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Bila pengenalan gender dilakukan melalui permainan, maka penekanannya adalah pada tugas dan tanggung jawabnya. Tanamkan sikap saling menghargai dan menghormati antarjenis kelamin.

DON’T

Menganggap bahwa masalah gender adalah masalah yang belum saatnya untuk dibicarakan dengan anak, suatu hal yang baru, atau bahkan tabu. Kurangnya kemauan orang tua untuk belajar soal memahamkan gender sehingga pemahaman yang diberikan kepada anak seringkali keliru.

Menggunakan stigma negatif stereotip. Dalam hal ini contohnya anak laki-laki tidak boleh menangis, karena yang menangis hanyalah anak perempuan

Baca Juga :  Melatih Kemandirian Anak Day 2

Sumbel : Live FBG Pantai Bentang Petualang Perkuliahan Bunda Sayang 8 Maret 2021 Pukul 14.00-14.30

Sali Sapurta – IP Bandung

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top